Saat musim hujan tiba,
seringkali kita mendapati terjadinya
petir disertai kilatan cahaya yang menggelegar. Petir dan kilat merupakan salah
satu fenomena alam yang kadang merugikan kehidupan manusia dan alam sekitarnya.
Coba Anda ingat sudah seberapa sering Anda mendengar adanya pohon yang tumbang
atau bahkan manusia yang tersambar petir sekalipun. Tentu beberapa dari kita
masih ada yang bingung mengapa bisa demikian.
petir atau halilintar merupakan
gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan, ditunjukkan dengan munculnya
kilatan cahaya di langit yang menyilaukan sesaat (kilat), kemudian disusul
dengan suara menggelegar (guruh). Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan
adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya. Prinsip dasarnya
kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.
Energi dari pelepasan muatan
listrik di awan begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas,
dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur, atau halilintar. Geluduk, guntur,
atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan
memusnahkan pohon. Sedemikian raksasanya sampai-sampai ketika petir itu
melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya, sebagai akibat udara yang terbelah,
sambarannya yang rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan
menimbulkan bunyi yang menggelegar. Ketika akumulasi muatan listrik dalam awan
tersebut telah membesar dan stabil, lompatan listrik (electric discharge) yang
terjadi pun akan merambah massa bermedan listrik lainnya, dalam hal ini adalah
Bumi. Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah
sekitar 1.000.000 volt per meter.
hayooo....Kapan Petir Datang?
Petir datang ketika langit
tiba-tiba menjadi gelap disertai angin datang begitu cepatnya dan awan yang
menjulang tinggi menyerupai bunga kol berwarna keabuan-abuan, kemudian udara
terasa pengap. Awan ini biasanya disebut dengan awan petir CB (Comulunimbus)
Dalam musim penghujan seperti saat inilah awan-awan jenis ini banyak terbentuk.
Bangunan bumi yang kerap sebagai penghantar petir di bumi, merujuk Hukum
Faraday, tak lain adalah bangunan, pohon, atau tiang-tiang metal berujung
lancip. Pertama kita akan melihat cahaya kilat dulu baru dapat mendengar bunyi
gemuruh dari petir.
Proses Terjadinya Petir
Secara fisika, petir merupakan
gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana
lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan
lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti kita ketahui, kapasitor
adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi
sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan
(intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya
bermuatan positif.
Petir terjadi karena ada
perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses
terjadinya muatan pada awan yaitu karena partikel-partikel penyusun awan
bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan
berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada
salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi
sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka
akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau
sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini,
media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus
ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering
terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar
air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah
mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka
petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.
Sedangkan terjadinya sendiri
secara lebih detail disebabkan oleh 2 teori, yaitu Ionisasi dan gesekan antar
awan.
a. Proses Ionisasi
Petir terjadi diakibatkan
terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik
dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga kejadian Ionisasi ini disebabkan
oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan
padat (es) menjadi cair.Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak
mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka
awan bermuatan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar
permukaan bumi maka inilah yang disebut petir.
b.Gesekan antar awan
Pada awalnya awan bergerak
mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka saling bergesekan
satu dengan yang lainya , dari proses ini terlahir electron-electron bebas yang
memenuhi permukaan awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada
sebuah penggaris plastic yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan
mampu menarik potongan kertas. Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di
sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron
bebas ini saling menguatkan satu dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda
potensial untuk menyambar permukaan bumi.
PETIR.....hati hati yaaaa....
Fenomena alam yang dijelaskan
dengan Fisika :)











0 komentar:
Posting Komentar